Go!Blog!

Program Seribu Menara

Posted on: March 15, 2008

Beberapa hari yang lalu ada temen yang bilang kalo ada apartemen a.k.a rumah susun (rusun) murah. “Eh.. masak sih?” maklum, secara gambaranku yang disebut apartemen itu paling tidak berharga 500 juta. Itupun untuk apartemen yang berada di pinggiran kota Jakarta. Kalo di tengah kota, apalagi di pusat area bisnis mungkin minimal 1 M.

“Iya, bener!! Bisa murah karena dapat subsidi pemerintah, lewat program seribu menara.”

‘Oooo…. Emang berapa harganya?” tanyaku lagi. “Tergantung luas, paling mahal 144juta.” jelasnya lagi.

Ngoceh deh dia. Mulai dari jumlah kamar, untuk kepemilikian sampai berapa tahun, DP-nya berapa, dan cicilan perbulannya berapa dia jelasin juga. “Ayo ikutan beli, daripada kamu bayar kos terus tanpa hasil, kan mending buat beli apartemen sekalian invest kan?”. Boleh juga usahanya untuk meyakinkanku. “Tapi baru bisa ditempatin 2-3 tahun lagi. Sekarang masih dibangun.” tambahnya.

Aku pikir, bener juga katanya. Daripada tiap bulan aku harus nyetor ke Ibu kos sekian ratus ribu tapi gak ada hasil, mending dibuat nyicil beli apartemen murah itu. Toh nantinya juga bisa dijual lagi, ato di sewakan…. Hmmm….. terbayang deh $$$$$$ dipelupuk mata. hehehehe

Tapi, apa sih program seribu menara ?

Dari hasil googling, ternyata itu adalah program Kemenpera (Kementerian Negara Perumahan Rakyat), ini aku kopas dari websitenya :

Pemerintah melalui RPJM Nasional Tahun 2004 – 2009 antara lain mengamanatkan bahwa pembangunan Rumah Baru Layak Huni sebesar 1.350.000 unit yang terdiri dari 1.265.000 unit Rumah Sederhana Tidak Bersusun, dan 85.000 unit Rumah Susun Sederhana Sewa dan Rumah Susun Sederhana Milik dengan peran serta swasta, dimana target rumah susun sederhana merupakan bagian dari rencana pembangunan seribu tower rumah susun atau dalam jumlah unit kurang lebih 500.000 satuan rumah susun yang tersebar di perkotaan di Indonesia.

Dilaporkan oleh Menteri, Kementerian Negara Perumahan Rakyat telah merumuskan skenario pembangunan rumah susun sederhana melalui pengelompokkan sasaran menjadi 5 (lima) kelompok dengan kemungkinan sumber pembiayaan pembangunan sebagai berikut:

Pertama : Pembangunan rumah susun sederhana sewa tidak pulih biaya bagi masyarakat berpenghasilan perbulan kurang atau sama dengan Rp. 1 juta, yang untuk sementara ini porsi pembiayaan masih oleh APBN dan/ atau APBD;

Kedua : Pembangunan rumah susun sederhana sewa pulih biaya yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan perbulan antara Rp. 1 juta hingga Rp. 1,7 juta, dengan pembiayaan APBN dan/ atau APBD serta didorong kemungkinannya oleh badan usaha;

Ketiga : Pembangunan rumah susun sederhana sewa beli atau yang dapat di KPR kan, yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan perbulan antara Rp. 1,7 juta hingga Rp. 2,5 juta dengan pembiayaan sepenuhnya oleh badan usaha swasta;

Keempat : Pembangunan rumah susun sederhana milik, yang dapat diperoleh melalui KPR dan ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan perbulan antara Rp. 2,5 juta hingga Rp. 3,5 juta;

Kelima : Pembangunan rumah susun sederhana milik yang dapat diperoleh melalui KPR dan ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan perbulan antara Rp. 3,5 juta hingga Rp. 4,5 juta;

Untuk kelompok pertama dan kedua, pemerintahlah sebagai eksekutornya. Alias pemerintah sendiri yang akan membangun dan memasarkannya. Sedang untuk kelompok ketiga sampai kelima, diserahkan ke swasta dengan insentif dari pemerintah.

Program ini tidak hanya untuk kawasan Jabodetabek saja, tapi juga untuk kota-kota metropolitan lainnya seperti; Medan, Batam, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar, serta kota-kota besar lainnya yang memiliki potensi pengembangan rumah susun sederhana dan didukung oleh kebijakan Pemerintah Kota.

Itung-punya itung, diriku tidak cukup kaya untuk membeli satu unit rusun bersubsidi itu. Tapi kalo ada yang beliin sih aku gak nolak…. hehehehe

10 Responses to "Program Seribu Menara"

Biaya pembelian disubsidi, bagaimana dengan biaya maintenance bulanannya ? Apakah disubsidi juga ?

hmmm…. klo pun gak ada subsidi pastinya lebih murah dari apartemen yang milyaran itu…😀

tapi katanya cuman bisa ditempatin selama kurun waktu 10-20 taun aja.

setelah masa tinggalnya abis yah harus pindah lagi.

ini tuh yg kayak rusun di daerah tanah abang yang sekarang lagi kasus penggusuran itu loh,,,,

semua apartemen dan rusun kayaknya memang sistem sewa deh, tapi untuk perpanjangan sewa gak semahal ketika pertama kali…. tapi tetep aja bayar… hehehehe

mending beli landed home yak ? tapi muahaalll bow….

ada harga ada rupa orang bilang.. piss…

Kalomau tahu lebih mengenai Apartemen Subsidi,
kunjungi aja websitenya di
http://www.huniansubsidi.com

Ada contoh apartemen yang sudah jadi ?
Kok kayaknya murah bgt ya… too good to be true…
soalnya kalau murah pasti ada apa dibaliknya? apa kualitas bangunannya ntar jadi kurang ya?
jauh bgt soalnya harga dari apartemen biasa…

@Natal:
hmm.. kalo yang sudah jadi aku belum ada info. denger-denger yang di kelapa gading sudah dibangun, belum jelas juga sudah jadi atau belum.

masalah kualitas, harusnya gak jauh beda. toh secara harga real gak beda. menjadi murah karena sudah disubsidi pemerintah.

murah tapi ga murahan kali ya enaknya….

tpi nilai jualnya gmn..??

dan klo g salah ada ketntuan juga, klo abis dijual. haknya beda lgi….
kaya kasus yg dulu, yg beli g bisa memiliki, digusur, tp ga dpt duit penggantinya…

Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

cheers, Mossiness

Yang aku tau siy, sebelum pemerintah membangun rusun tersebut, ada ganti rugi terhadap masyarakat yang nantinya akan digusur dan kemudian akan menghuni rusun tersebut.

masyarakat berpenghasilan rendah sebagaimana disebutkan pada no 1 dan 2 itu nantinya akan membayar sewa yang merupakan biaya buat pemeliharaan. Kl listrik atau air, kurang tau juga.

Program pemerintah ini bertujuan untuk mengurangi rumah kumuh perkotaan dan mendirikan perumahan layak huni yang lebih baik fasilitas dan kesehatannya.Jadi sasaran pembangunannya yang utama adalah orang2 yang digusur dan di ganti rugi sebelumnya.

Masalah berapa lama menghuni kl ga salah beberapa tahun dan kemudian selama penghuni menyewa diharapkan mereka menabung untuk membeli rumah yang horizontal (stidaknya uang muka dulu).

Jadinya ini merupakan kesempatan bagi orang2 dengan penghasilan yang kecil untuk (setidaknya) merasakan hunian yang lebih layak.

(^_^)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: