Go!Blog!

Balada Tanah Kuburan

Posted on: February 29, 2008

Pernah dengar mayat yang gak boleh di kubur di pemakaman A ? Eit, ini bukan orang masalah dia itu pahlawan terus mau dimakamkan di TMP, bukan pula seorang yang non-muslim mau dimakamkan di pemakaman muslim. Atau karena si mayat ini adalah pendatang jadi dia tidah ‘berhak’ dimakamkan di pemakaman terdekat dari rumahnya.

Pastinya pernah dong. Nah ini juga yang terjadi di kampungku ? Kok kampung sih ? bukannya yang biasa kena masalah ditu adalah warga perkotaan/perumahan ? wanda…. tau deh. Emang kenyataannya gitu… maudy…. apain lagi.

Critanya gimana sih?

Dulu….duluuuuu… sekali, katanya ada mayat Mr X ditemukan. Entah gimana ceritanya kampungku, nggak mau menguburkan mayat Mr X ini. Pun juga desa tetangga. Akhirnya disepakatilah oleh para tetua kedua desa, Mr X akan dikuburkan oleh warga desa tetangga, tapi di tanah yang dipunyai oleh salah seorang dikampungku dan kebetulan tanah itu berada di wilayah desa tetangga.

Dengan keikhlasan si pemilik tanah, akhirnya tanah itu dijadikan pemakaman umum dengan syarat warga kampungku yang meninggal boleh dimakamkan di situ.

Puluhan tahun berjalan, para lakon peristiwa itu sudah di panggil Yang Kuasa satu-persatu. Hingga kesepakatan berdasar kepercayaan itu tinggal menjadi cerita turun-temurun. Keabsahannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Tapi warga kampungku yang meninggal tetap boleh dimakamkan di pemakaman itu.

Sampai kemarin…. ketika salah satu warga kampungku meninggal. Tanah sudah separuh jalan digali. Eh.. ndilalah, penggali kuburnya di suruh berhenti dan pulang. Geger deh jadinya.

Sebetulnya naga-naga warga kampung sebelah sudah tidak mengijinkan warga kampungku di kuburkan di pemakaman itu sudah lumayan lama… seingatku malah sudah ada pembicaraan tingkat tinggi antara kedua belah pihak. Tapi, tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Warga bingung mau dimakamkan kemana Pak X ini. Pun ketika seseorang mau membayar sejumlah rupiah, warga kampung sebelah tetep tidak mau. Akhirnya, Pak X diminta sama adiknya, biar dikuburkan di desa si adik saja.

Masalah berhenti karena akhirnya warga kampungku mengalah. Dan inilah sekarang yang jadi masalah internal kampungku, dimanakah kuburan baru untuk warga kampungku kelak ? Persoalan yang tidak remeh.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: