Go!Blog!

PACARAN HALAL

Posted on: December 2, 2006

Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok
(tidak mengandung ayat dari kitab agama manapun)

Jangan salah persepsi. Tulisan ini sama sekali tidak membenarkan judul di
atas. Hanya sebagai umpan untuk menarik perhatian pembaca.

Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan
sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan
mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang
ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal
seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan
dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah (red:cowok).

Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di
sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan,
malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita
incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan
mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).

Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX,
sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu
pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami
sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri
saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).

Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara,
masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali
tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja
berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya.
Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang
kecil sampai yang besar.

Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.

Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.

Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses
memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian”
yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk
menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.

Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak. Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.

Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian
ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak
menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus
karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan
sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa!!!

Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga
tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat
yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan.
Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target
tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa
keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan
disuguhkan kepada suami mereka nantinya.

Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.

Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”. Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang
lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling
sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura
lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti
tentang trik yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu
dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario,
cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya
melihat semangat tulus palsu kami.

Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti
keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang
tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target.
Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius,
untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.

Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”. Luar biasa!!!
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini
kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk
memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru,
karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan
domisili.

Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua
manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke
permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya
hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang
tua masing-masing pihak.

Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus
pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak
meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap
target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin
merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya
upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi
bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang,
tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di
dalam kepala target. Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam
pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas
dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh
indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.

“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini
juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan
hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super
tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah
waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target
seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang
pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.

“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP
(Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar
untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang
kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang
berbeda dengan cowok pada umumnya.

Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik
tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari
sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…
Maka Anda target kami berikutnya!! !

Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius
terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya
ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan
Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin
menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu
jadi pacarku?”.

Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya. Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan …

Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis
tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti
jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka
tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!

Wallahua’lam bisshawab
Cyber City Net 30.10.2006 at 02.22 am

Jika ikhwan akhwat setuju dengan tulisan ane yang penuh kekurangan ini, ane
izinkan kopy paste aja n kirim ke teman2 diluar myQ, bebas diedit.
Artikel ekstrem ini asli karangan Admin Cyber City Net,
Merupakan 99% pengakuan diri dari pengalaman hidup dan
argumen murni yang keluar dari kepala botaknya,
tanpa saduran dari buku atau website manapun.
Penulis tidak mendapat kerugian atau keuntungan sepeser pun dari tersebarnya artikel ini. Kritik, saran, protes, hinaan dan cacian ditunggu di irgunawan_spk@ yahoo.co. id atau irgunawan.spk@ gmail.com

11 Responses to "PACARAN HALAL"

semua argument yang anda berikan 99% benar
trik trik rayuan tersebut memang kerap digunakan oleh kaum adam,baik tua maupun muda. anda memiliki ilmu penakluk wanita dengan trik2 yang jenius. memang kaum adam memiliki kemampuan untuk itu.
tapi anda jangan senang dulu, karena kaum hawapun memiliki tipu daya untuk menjatuhkan kaum adam, yang notebene gemar wanita. bukti2 sejarah menunjukkan hal itu,baik politis maupun non politis.

yep, sebenannya maksud si pengarang ini adalah: Jangan Pacaran! mending pacaran aja setelah nikah. CMIIW😀

Lieur bacanyah..
saya setuju ma buchin..

mengihndari lbh baek dr mengobati
gawat kan klo pacaran trz knapa2, hehe

lam knal

Jadi yang paling baik adalah menikah dulu baru pacaran. Insya Allah akan lahir keluarga SAMARA (Sakinah, Mawaddah, Warohmah)

bagi para wanita berhati-hatilah….!!!
Don’t judge a book by it’s cover. gak smua yang kliatan OK di luar OK juga dalemnya. Teliti sebelum membeli….
LAki2 emang ditakdirkan untuk mempunyai mulut ang manis tetapi hati yang kurang manis. Tapi gak smua kox…..so be careful!!

asik bgt,guwe pengennya kya gitu sih..tp napa tak kunjung tiba yah…langsung bilang ke ortu gitu deh…apa jaman yang mempengaruhi kali,moga aja aku bisa ngjalaninnya.amin

verry goood…………..

Sebenarnya maksud penulis adalah menikah adl solusi bagi kita agar tdk terjerumus pada zina dan maksiat lainnya…. Sangat bagus dan disertai dg bukti2 kongkrit , tapi sbg manusia tentunya ada kekurangannya..
Kekurangannya adl ketika ada yg membaca artikel anda ini pastinya kaum hawa(yg suka gonta-ganti kaum adam) akan mempunyai alasan kalo sebetulnya kaum adam memang buaya dan jeleknya lagi penulis hanya menyajikan argumen bahwa laki2 itu memang spt itu…. dan sbg kaum laki2 saya mengatakan bahwa sbetulnya laki2 tidak selamanya berpikiran spt itu… tapi seecara pribadi, saya mengatakan artikel anda ini sangat lincah memainkan kata dan outputnya jelas tanpa disertai ayat2 apapun….
Salut untuk penulis…….

Kritik juga, sebaiknya judul tulisannya bukan itu tapi PACARAN HALAL????? NAH ITU BARU BAGUS….

Intinya pacaran itu berbahaya

Subhanallah…..
semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan membuka hati2 manusia yg masih diperdaya oleh hawa nafsu…
Hamasah…

aku setuju.. izin copy yaa…🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: