Go!Blog!

CMM is a ‘religion’

Posted on: November 28, 2006

Capability Maturity Model – salah satu standard/aturan yang dianut perusahaan IT. Isinya segala peraturan mulai dari tingkat organisasi, dokumentasi proyek sampai penamaan variable.

Ada 5 level :

  1. Level 1 : Initial
  2. Level 2 : Repeatable
  3. Level 3 : Defined
  4. level 4 : Managed
  5. Level 5 : Optimized

Level 1 : Initial

Perusahaan dengan predikat CMM – Level 1, berkarakter : Pengelolaan yang tidak menentu, tidak dikelola dengan baik, tidak ada dokumentasi, proyek terkadang melebihi deadline dan tidak terencana.

Level 2 : Repeatable

Pada level ini, perusahaan mulai sadar akan pentingnya kualitas. Tidak hanya kualitas pada software sebagai ‘produk’ tapi juga kualitas pada cara penanganan proyek. Mulai memperhitungkan kelayakan proyek terhadap kemampuan organisasi (perusahaan).

Mulai mendokumentasi perencanaan dan perhitungan cost, dan menjadikannya rujukan di proyek-proyek selanjutnya.

Di level ini mulai ada Key Process Area (KPA) :

  • Requiremets Analisys
  • Software Project Planning
  • Software Project Tracking
  • Software sub-contract management (out-sourcing)
  • Software Quality Assurance
  • Software Configuration Management

Level 3 : Defined

Tidak hanya mulai sadar, tapi sudah mulai melakukan peningkatan-peningkatan baik dari segi organisational atau di level project quality. Istilah kerennya mulai “Tercerahkan”.

Tak hanya pemuasan konsumen (stake holder) tapi juga ada pencerahan untuk developer, training tentang kesadaran kualitas (quality awareness) dan penerapannya di semua divisi.

KPA-nya meliputi :

  • Organisation Process Focus
  • Organisation Process Definition
  • Training Program
  • Integrated Software Management
  • Software product re-engineering
  • Inter-group coordination
  • Peer Reviews

Level 4 : Managed

Peningkatan kualitas sudah membudaya, sehingga kualitas proyek sudah bisa di prediksi sejak awal. Statistik sudah mulai diterapkan untuk mengukur dan mengontrol variasi proyek dan diterapkan di semua divisi organisasi.

KPA :

  • Quantitative Process Management
  • Software Quality Management

Level 5 : Optimized

Kualitas adalah segalanya, di semua lini organisasi sudah aware akan pentingnya kualitas baik untuk operasional organisasi ataupun terhadap proyek yang ditangani.

KPA :

  • Defect Prevention
  • Technology Change Management
  • Process Change Management

Tentunya tidak semudah itu untuk menetapkan suatu perusahaan sudah masuk Level berapa dalam CMM, perlu adanya bukti atau sertifikasi (sayangnya aku tidak tahu siapa yang berhak memberi sertifikasi ini, Carnegie Mellon Univ ? <- pencetus teori/standard CMM).

Terus apa hubungannya dengan ‘agama’ ?

CMM mengatur standard mulai dari tingkat global (management) sampai pada tingkat paling paling sepele (penamaan variable). Begitu juga dengan agama (setidaknya dalam Islam) semua diatur, mulai dari pemerintahan sampai cara masuk kamar mandi-pun diatur, dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Islam is PERFECT, for sure.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: