Go!Blog!

From India with love (part 3)

Posted on: November 2, 2006

Pesawat Malaysia Airlines take off sekitar jam 3 WIB, menuju KLIA. Perjalanan Jakarta-Kuala Lumpur ditempuh dalam waktu kira-kira 2 jam. Rencana penerbangan selanjutnya pukul 19.30 waktu setempat. My-First-more-than-1-hour-flight!!. Penerbangan Surabaya-Jakarta saja yang hampir sejaman bisa membuatku bosan sampai mati, I have nothing to do while in the cabin. Nggodain cabin crew yang cakep-cakep itu ? wah, udik banget kesannya🙂 baca koran ato majalah ? lagi nggak mood nih, apalagi semuanya dalam bahasa inggris, bikin tambah pusing. Terlebih seatnya di atur 3-3, dan aku (sialnya) tempat dudukku terpisah dari teman2ku. Alamat gak bisa ngobrol nih.

Bener saja, selama penerbangan praktis gak ada yang bisa aku lakukan. Just day dreaming and turned the magazine pages again and agian. Dua jam terpanjang yang pernah aku alami.

Boooosssseeeeennn…….

Akhirnya mendarat juga di KLIA . Dibandingkan cengkareng this one is more sophisticated. Jarak dari terminal kedatangan antar bangsa sampai loket imigrasi lumayan jauh jaraknya. Waktu setempat belum menunjukkan waktu ifthar, aku tahu dari seorang petugas yang berbaik hati membantu kami. Few minutes later, waktu ifthar tiba. sebiji kurma pemberian Tun-Petugas-Bandara sudah pindah ke dalam perut, lumayanlah untuk membatalkan puasa. Times for praying after the immigration process completed.

“Straight along this way , and then take left before the exit door, walk straight and you’ll find praying room in your right” as he said to us. GPLDB (Gak pake lama dan bingung…. maksa🙂 ) kami menemukan musholla-nya. Suasana hampir sama seperti yang biasa ada di Tanah Air, sedikit tersembunyi dan tidak seberapa luas. Rencana semula kami bermaksud untuk makan dulu sebelum berangkat, waktu transit yang lumayan lama dan ketidaktahuan kami tentang wilayah sekitar. urusan di connecting flight desk bisa diurus nanti setelah makan.

One thing we forgot. Waktu KL lebih cepat sejam dari WIB, so waktu transit sebenarnya gak lama kalau dihitung dari waktu setempat. Kepanikan melanda (halah opo to?). So we needed to get to the conn flight desk as quick as possible. Tanya sana-sini dengan bahasa inggris versi jawa campur sedikit bahasa tarzan (nggak pake ‘x’) dan melayu beraksen jawa.”You dont need to go to the connecting flight desk. You can go directly to departure terminal”. Ke sanalah kami sekarang, nah entah karena panik atau emang kami yang b-o-d-o-h kami lupa menanyakan dimana terminal keberangkatannya. Untungnya KLIA cukup informatif, dari peta yang ada ternyata DT ada di lantai 5.

Waktu keberangkatan semakin mendekat, sedangkan kami belum juga registrasi ulang keberangkatan kami, kalau ketinggalan pesawat entah bagaimana nasib kami selanjutnya.Lift ? Where is the lift ? or the stairs ? we didn’t see any. Ternyata harus keluar dulu baru bisa naik ke lantai 5. Tapi waktu kami semakin menipis.

Satu-satunya yang menghibur kami adalah kami tidak perlu berjalan jauh untuk menuju ke garbarata, ada aerotrain yang berangkat tiap 3-5 menit sekali. Dan yang lebih tidak menghibur, gerbang keberangkatan kami diganti ke gate 1.

Disinilah kesialan kami berlanjut, menurut petunjuk arah (yang menunjuk ke ATAS!!) kami pikir Gate 1 ada di lantai atas, untuk mempersingkat waktu kami menggunakan lift. Sedikit berlari kami menuju ‘gate 1’. Lah…loh… kok dead end ? to the waiter we asked. Ternyata arah ‘atas’ artinya lurus saja ka arah yang ditunjuk. Dhuakkk…. Dengan terpaksa kami harus turun lagi. Ketik c <spasi> d (Capek deeeee…. Gaya amingwati🙂 )

Hampir saja kami ketinggalan pesawat. Mesin sudah dihidupkan, semua penumpang sudah pada naik. Tinggal kita berempat saja yang waktu itu belum boarding. Transit internasional pertama yang bikin panik.

Tapi kalo gak gitu gak akan berkesan… iya nggak ??

5 Responses to "From India with love (part 3)"

what do you mean with this word
“versi jawa campur sedikit bahasa tarzan (nggak pake ‘x’)” liat baris 33

haaa haaa ? kok dihitung barisnya

halah penting slamet kan
mana crita ketemu “CAMER” kan ga asik klo di skip?

@wawa:
ya.. itukan bukan untuk umum…

itu kalangan pribadi mas…

Ngga kebayang yo’ opo klo ente gagal transit trus dideportasi dari M’sia. Isik mending klo langsung dipulangkan tapi klo kudu dipenjara dhisik kayak TKI-2 sing illegal kae lak tambah soro..

Pengalamanne bs di critakan nnt ke anak cucu kelak, secuil kisah kasih(halah.sok romatis) ente dlm mencari sepiring nasi di negerinya sang budha.

btw..Insya 4JJI antara bulan april-mei C0F’ers bakalan duwe keponakan anyar.🙂

keep writing…

Wah lumayan juga crito sampeyan Mas…..
iso di gawe bahan ngguyu, hehehe…..
Btw duwe crito opo maneh Cak, nek iso disisipi PHOTO, pokoke duduk sing “X”…..

waduh, terlalu panik untuk ngambil foto…

jadi mohon maap request belum bisa dipenuhi… hehehe…
tapi klo yang xx … bisa diatur kok.. ;p

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: