Posted by: GoBlog! on: November 2, 2009
Setelah mosting ini. Gw jadi mikir, apa sih efeknya reuni buat gw ? apa juga kontribusi yang udah gw kasih ke komunitas ini ?? atau mungkin lebih besar lagi apa yang sudah diberikan komunitas ini ke masyarakat, atau paling tidak ke almamater sekolahnya ?? dan saat itu gw baru sadar, selain kemarin gw jadi almost invisible karena gak kenal sebagian besar yang dateng, gw ternyata semi ‘parasit’ juga. Datang, makan, pulang. Enyakkk beneerr…
Gw tiap tahun jadi ‘korban’ buat jadi seksi sibuk waktu reunian. Paling tidak untuk reuni temen-temen sekelas waktu sma. Ngumpulin temen yang cuman 48 orang itu, ampooonn… dijeyyy…. susahnya setengah mati!! sampe kehabisan akal gw. Dateng separuh alias 20-an orang aja udah prestasi luaarrr biasa. Macem-macem deh alasannya. Tapi gw bukan mau ngebahas itu.
Posted by: GoBlog! on: November 2, 2009
Kemarin ada reuni SMA-ku, SMA Negeri 1 Sidoarjo. Nggak murni reuni sih, karena sekaligus jadi ajang Halal Bi Halal bagi Paguyuban Arek Delta Sidoarjo (PADS).
Setelah di sebar lewat milis, dan beberapa bilang sanggup dateng dan siap meramaikan acara. I thought it would be attended by SMANISDA Alumni only, tapi ternyata tidak. Yang bukan alumni SMANISDA pun ikut meramaikan, mereka adalah anggota PADS.
Acaranya di daerah Ciputat Raya, ndak jauh sama Gedung Fedex. Awalnya ragu, datang gak ya ? biasanya kalo ada acara reuni gini aku jarang dateng kecuali kalo reuni sekelas. Ditambah lagi, aku gak tahu daerah ciputat itu daerah mana. Kesana naik kopaja nomer berapa, trus pindah angkot nomer berapa ? aku masih buta jakarta!! Untungnya di milis di sertakan juga, cara ke sana-nya. Patokannya, terminal Lebak Bulus.
Posted by: GoBlog! on: October 25, 2009
Daku beruntung bisa ikutan acara grenloncing salah satu situs komunitas. Situs yang perempuan sekali, tapi jangan salah anggotanya banyak juga yang kaum Adam, seperti diriku. Kenapa ikutan komunitas cewek ? Ya buat mengenal cewek lah. Kata orang, selain pajak, wanita adalah hal yang paling susah dimengerti. Jadi, I expect to understand women by joining this site.
Lah terus hubungannya sama Adam ketemu Hawa dimana ?
Sabar dong ah, kita foreplay dulu.
Begini ceritanya, jadi situs yang perempuan sekali itu pas aku join jadi member ternyata belom grand launching. Padahal secara postingan, udah ratusan posting yang ada di situs ini, dan tak cuma postingan yang udah bejibun banyaknya, tapi anggotanya sudah tercatat 800 member!! Untuk sebuah situs yang belum grand launching dan baru online sekitar 3 bulanan, 800 is amazing!! Keren gak tuh ? Buruan gih daftar dimarih.
Nah, kemarin tgl 23 Oktober tepatnya, akhirnya di launching juga nih situs ke khalayak ramai. And the best part is ada launching buku baru juga!! Bukunya siapa lagi kalo bukan bukunya simbok venus dan mamih silly. Ha ?? gak kenal sama dua seleblog itu ?? ther..lha..lhu… Lah wong dibukunya aja sampe dikomentarin sama Ndoro Kakung. Astaghfirullah!! gak kenal Ndoro Kakung juga ?? Argggh…. *ADIJIKS* pergi jauh sono!! Googling dulu, cari tahu siapa mereka bertiga itu di internet, baru balik lagi ke blog ini buat nerusin baca. OK ?? Awas klo gak!!
Judul bukunya adalah, *backsound drum roll* “When Silly met Venus!!!”. *confetti bertaburan…. tepukan membahana.. teriakan menggema…. HUUUUU* lah, kok di huu-in sih. Bukannya bergembira, nerbitin buku gak mudah taukk. Tanya deh mereka, tanya juga para pengarang novel. AMAT SANGAT TIDAK MUDAH!! *esmosi tingkat tinggi* Wah kayaknya udah hampir puncak nih, ok deh cukup foreplaynya, sekarang ke main course. *hayah.. ini mo ‘main’ apa mo makan sih ??*
Buku ini tipis aja, sekitar 100an halaman. Sampul mukanya bergambar, tas belanja, buku catatan utang, secangkir kopi dan sejuring kue. Keliatan banget klo ini adalah buku santai, maksudnya pas dibaca waktu santai dan isinya pere’ bangett… tas belanja dan buku catatan utang itu sudah sangat mewakili, setujukah ??
Sekarang isinya nih. Ada cincangan daging ayam, irisan wortel, mie bihun, irisan daun bawang, dan… *plakkk* eh lah… loh… haiyah… itu mah isi pastel basah kali ya…. hehhe… maap… balik lagi ke lap…… Isi buku ini gak main-main loh, serius… semuanya topik-topik berat. Seperti, ‘Self Stimulating’ *aw…aww… awww….*. See, this is deadly serious issue man!! Coba gw petik barang sebait atau dua…
Dari sisi kesehatan, meski masih banyak diperdebatkan, secara umum masturbasi dianggap bukan sesuatu yang berbahaya. Ada yang berpendapat bahwa perempuan yang sering melakukan stimulasi seksual pada diri sendiri beresiko terkena beberapa penyakit seperti infeksi pada daerah genital, bahkan kanker leher rahim. Tapi umumnya, selama Anda tahu caranya dan rajin menjaga kebersihan, rasanya sih aman-aman saja.
Eh, itu cuman sebait ya ?? hehehe… tapi cukup kan… it’s heavy subject to discuss, no ? Cuplikan yang diatas itu adalah tulisan simbok Venus. Gimana kalo tulisan mamih Silly ? lets take a look at below paragraph…
Jadi kalopun beli, saya biasanya belinya ama temen-temen, dan dengan perasaan dagdigdug diam-diam dong, hahahaha. Makenya pun nyaris kayak pake jilbab, tertutup setertutup-tertutupnya… khawatir jangan-jangan mama saya bisa menemukan tali bra saya dibalik baju t-shirt atau kemeja saya, bisa-bisa gue disangka udah gak perawan, padahal I’m still virgin till the day I got married loh *ih, info yang gak penting banget deh *pentung kepala sendiri**
)
Nah, udah tau dong siapa Adam siapa Eve ? dibolak-balik boleh sih, asal simbok sama mamih gak keberatan aja, emang enak disuruh bolak-balik badan sama orang yang gak dikenal, ‘Siape ellu…!!’
Meski yang dibahas beragam dan cewek banget, gak ada salahnya kok kalo cowok ikutan baca. Dijamin mesam-mesem sendiri, kayak orang gila. Topik berat jadi terasa ringan, topik ringan jadi bermakna. Jadi, buruan beli. Katanya sih udah ada di toko buku mulai kemarin, ya pas peluncuran itu. Gak mahal kok, gak bikin jebol kantong. Kalo kantong situ jebol ya salah sendiri bawa koin banyak-banyak. Tapi, it’s worth the price kok.
Oh ya… supaya ndak penangsaran sama dua seleblog itu, waktu grenloncing kmr sempet gw foto, nih…. tebak sendiri ya mana yang simbok mana yang mamih.
satunya lagi ? dia juga seleblog loh… hayo.. siapa hayoooo….
Powered by Zoundry Raven
Posted by: GoBlog! on: September 11, 2009
Tahu buku ini dari forum inih. Dari review awalnya langsung tertarik. Keknya bagus nih buku, tapi jangan-jangan entar mengecewakan lagi ? Nunggu ebooknya aja deh. hehehe…. *dasar pembajak!!*
Eh lha kok ndilalah daku beli juga nih buku. Waktu lagi nunggu giliran mo foto di salah satu studio di Mall Ambassador. Jadi deh buku ini ada di tangan.
Membaca bab-bab awal buku ini serasa membaca ulang buku Harry Potter tahun pertama (Harry Potter and The Philosopher Stone) karangan J.K. Rowling yang terkenal itu. Paling tidak ketika kita dibawa ke cerita saat Alif, sang tokoh utama, kebingungan menentukan pilihan.
Sebagai salah satu murid terpintar di Madrasah Tsanawiyah-nya, Alif bercita-cita masuk SMA Bukittinggi, dengan harapan bisa meneruskan ke UI atau ITB dan mengikuti jejak idolanya, Habibie. Tapi, apa daya karena alasan biaya, Amak-nya meminta Alif masuk pesantren, bahkan Ayahnya yang biasanya membela hanya bisa berkata, “Sudahlah, ikuti saja kata Amak, itu yang terbaik”.
Tak dinyana, ditengah kegelisahannya, pamannya yg di Kairo, Mesir mengirim surat menyarankan untuk mondok saja di Pesantren Madani, Jawa Timur.
Sampai pada bagian ini, aku langsung teringat novel Harry Potter. Saat dia mendapat surat, untuk pertama kali dalam hidupnya, dari sekolah sihir Hogwarts. Kesamaan lain adalah ketika Alif dinyatakan lulus ujian masuk Pondok Madani, di sertakan juga dalam surat penerimaannya daftar buku yang harus dibelinya. Yang sudah membaca Harry Potter and The Philosopher Stone pasti sudah bisa menebak bagian mana dari novel Harry yang sama dengan novel Negeri 5 Menara ini.
Terinspirasi ? bisa jadi. Atau ini cuman perasaanku saja ?? kemungkinan besar sih iya.
Bab-bab selanjutnya adalah cerita perjuangan Alif beradaptasi dengan lingkungan Pondok. Tentang disiplinnya, tentang keharusan memakai bahasa Arab atau Inggris dalam pergaulan sehari-hari. Juga tentang kegiatan non akademik di lingkungan pesantren.
Semakin lama membaca, aku jadi teringat juga pada Lakar Pelangi-nya Andrea Hirata. Semangat tokoh utamanya yg tak kenal lelah. Keadaan yang bersahaja, atau persahabatan Sahibul Menara antara Alif, Baso, Said, Raja, Atang, dan Dulmajid mengingatkanku pada Ikal, Mahar, Lintang, Kucai dan anak-anak laskar pelangi lainnya.
Dan juga ketika Sahibul Menara harus merangkai sebuah acara spektakuler di malam pertunjukan seni tahunan untuk melepas Siswa kelas 6, lebih populer disebut Class Six Show. Apakah bagian peristiwa spektakular ini terinspirasi dari Laskar Pelangi ketika Ikal dkk harus tampil di karnaval 17an ? hmm….
Atau juga ketika Baso yang cerdas itu harus memilih antara keluarganya atau tetap di Pondok Madani sambil menghafal Alquran yang menjadi cita-citanya ? Kenapa Baso dihadapkan pada pilihan sulit itu ? Apa yang dapat dilakukan Sahibul Menara untuk membantu Baso ? ah… diriku seperti membaca lagi surat Lintang pada Bu Mus.
Kalau pembaca Negeri 5 Menara belum membaca HP buku pertama dan Laskar Pelangi, mungkin akan jadi pengalaman yang mengasikkan ketika membaca buku ini. Tapi bagiku, mau tak mau, secara tidak sadar aku membandingkannya juga dengan HP (thn pertama) dan Laskar Pelangi. Jadi selama membaca buku ini aku seakan-akan membaca ulang kedua novel terkenal yang kebetulan lebih dulu terbit, dan itu lumayan mengganggu. Atau mungkin itu hanya perasaanku saja ??
Overall, semangat man jadda wa jada (siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil) yg jadi kalimat sakti buku ini memang perlu di sebarkan. Seperti juga kata Arai, “Teruslah bermimpi, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”.
Rencananya dua novel lagi akan melengkapi Negeri 5 Menara menjadi sebuah trilogi. Harapanku sih novel keduanya akan lebih ‘orisinil’ ceritanya. Semoga saja.
Powered by Zoundry Raven
Recent Comments